Nelayan sumber kemakuran bangsa
peran nelayan Indonesia sangat penting sebagai penyedia sumber protein hewani. Ikan memiliki kandungan gizi dan protein yang tinggi dengan kandungan kolesterol yang rendah serta mengandung asam lemak Omega-3 yang tidak dimiliki hewan lainnya dan memiliki unsur EPA dan DHA yang dibutuhkan untuk perkembangan struktur dan fungsi otak pada bayi. Ikan juga memiliki kandungan protein yang relatif lebih mudah dicerna oleh tubuh manusia. Untuk itu, ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat penting dan dapat digunakan sebagai substitute (pengganti) protein dari ternak sapi dimana produksi ternak sapi dibanding kebutuhan daging sapi dalam negeri selalu defisit. Dengan demikian, peningkatan produksi ikan oleh nelayan sangat penting untuk dapat mendukung terciptanya ketahanan pangan nasional yang stabil.Sumbangan untuk PDBPotensi lestari sumber daya ikan yang sangat besar di perairan Indonesia (12,54 juta ton/tahun) diikuti dengan laju pertumbuhan domestik bruto (PDB) sektor perikanan yang selalu di atas pertumbuhan perekonomian nasional dan sektor lainnya seperti sektor pertanian, peternakan, perburuan dan jasa pertanian, serta sektor kehutanan dan penebangan kayu. Namun demikian, total sumbangan pendapatan domestik bruto (PDB) dari sektor kelautan dan perikanan masih sangat kecil dibandingkan dengan sektor lainnya. Misalnya, pada 2014, sumbangan PDB dari sektor kelautan dan perikanan terhadap total PDB Indonesia masih sangat kecil yaitu hanya 3,25%. Sementara sumbangan PDB dari sektor perikanan sendiri hanya sejumlah 2,34% (KKP, 2015). Untuk itu, peran nelayan untuk meningkatkan penghasilan devisa negara dari sektor perikanan dan kelautan ini sangat diperlukan. Lingkungan dan tempat tinggal nelayan secara umum masih kurang baik, sangat rentan terhadap bencana seperti banjir dan gempa bumi, serta rentan terhadap dampak pencemaran lingkungan. Di samping itu, ketersediaan ikan yang semakin menurun akibat pencemaran lingkungan dan pemanasan global diikuti dengan meningkatnya harga bahan bakar minyak, dan semakin terbatasnya ketersediaan bahan bakar minyak mengakibatkan produktivitas nelayan cenderung menurun. Untuk itu, tingkat penguasaan teknologi dan peningkatan sarana dan prasarana perikanan bagi nelayan merupakan hal yang sangat urgen.Mengingat masalah dan tugas besar yang dibebankan kepada nelayan untuk mendukung ketahanan pangan nasional, meningkatkan devisa negara, perekonomian rakyat, dan perekonomian nasional Indonesia, serta mendukung Nawa Cita Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia serta Laut Menjadi Masa Depan Bangsa, maka penetapan hari nelayan nasional menjadi sangat strategis dan menjadi suatu keharusan untuk direalisasikan sekaligus memberikan penghargaan dan pengakuan terhadap nelayan, meningkatkan awarness terhadap nelayan, meningkatkan kesejahteraan nelayan, meningkatkan pendidikan, serta penguasaan dan penerapan teknologi bagi nelayan.
Kesejahteraan para pelaku di bidang perikanan, khususnya para nelayan menjadi salah satu fokus Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam empat tahun masa pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla. Hal ini sesuai dengan janji Nawacita yaitu menjadikan laut sebagai masa depan bangsa.
Tak sekadar wacana, niatan ini pun dibuktikan dengan peningkatan sejumlah indikator kesejahteraan nelayan seperti nilai tukar nelayan (NTN), nilai tukar usaha nelayan (NTUN), nilai tukar pembudidaya ikan (NTPi), dan nilai tukar usaha pembudidaya ikan (NTUPi).
Sumber: https://m.mediaindonesia.com/read/detail/236731-hari-nelayan-dan-tantangan-kesejahteraan

Komentar
Posting Komentar